Home / Info Pendidikan / Profil Alumni Pascasarjana / Al Fakhri Zakirman, MA.

Al Fakhri Zakirman, MA.

Ayah dari Ruqayya Qashirat Tharfi ini cukup aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Ia pernah menjadi Wakil Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir dan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Orsat Cairo. Al-Fakhri cukup berhasil menyeimbangkan antara kehidupan berorganisasi dan prestasi akademis. Setelah merampungkan S1-nya dari Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar, ia lalu mengambil program S2 yang cukup menantang yakni di Jurusan Ushul Fikih, Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar.


Nama Lengkap : Al Fakhri Zakirman, MA.
TTL : Padang, 3 Desember 1984
Nama Istri : Nashiratun Nisa
Nama Anak : Ruqayya Qashirat Tharfi
Tiba di Mesir : 13 November 2002
Motto : Lakukan sekarang atau selamanya akan menjadi angan-angan.
Alamat di : Jl. Pendidikan No 62 Kel Sedau, Singkawang Selatan, Kota Singkawang
Indonesia Kalimantan Barat
Alamat di : Hayy 6 Nasr City
Mesir
Kekeluargaan : KMM (Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau)
Almamater : FS Al-Makki
Email : fakhrizakirman@gmail.com
Telepon : 01123207064
Website/Blog : Fakhrizakirman.wordpress.com
Universitas : Al-Azhar
Jurusan : Ushul Fikih

 

Judul Tesis :

دراسة وتحقيق كتاب القسطاس المقبول الكاشف لمعاني معيار العقول في علم الأصول باب القياس

للإمام الناصر للدين الحسن بن عز الدين 862-929هـ

Studi filologi manuskrip Al-Qisthas Al-Maqbul Al-Kasyif Lima’anii Mi’yar Al-Uquul fi Ilmi Al-Ushul Bab Qiyas
Karangan Imam Al Hasan Bin Izzuddin 929 H

 

Tanggal Munaqasyah : 17 Oktober 2015
Predikat : Mumtaz
Lama Pendidikan : 8 tahun
Riwayat Pendidikan : MAKN Koto Baru Padang Panjang 2002
S1 Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar 2006
S2 Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar
Rencana kelanjutan
studi : Ingin melanjutkan ke program S3

Kesimpulan hasil riset:

Manuskrip Zaidiyah yang ditulis oleh Imam Al Hasan bin Izzuddin (929 H) ini adalah Syarah dari kitab Mi’yaar al ‘Uquul fii ‘Ilmi al Ushuul karya Imam Ahmad bin Yahya bin Murtadha (840 H) adalah salah satu kitab yang menjadi rujukan penganut mazhab Zaidiyah di Yaman.

Secara umum pembahasan Qiyas tidak memiliki perbedaan yang mendasar antara Zaidiyah dan Ahlus Sunnah. Dalam hal ilmu kalam, Ulama Zaidiyah banyak terpengaruh oleh Muktazilah seperti Abu Hasyim, Abu Ali Al Juba’i, Abu Abdillah dan Abul Husein Al-Bashri. Zaidiyah mengakui bahwa Qiyas adalah hujjah dalam melahirkan sebuah hukum, berbeda dengan Rafidhah yang menafikan Qiyas sebagai salah satu sumber hukum dalam Islam.

Kesan selama menempuh pendidikan di Mesir:
Mesir adalah negerinya orang-orang yang sabar, Mesir adalah negeri dengan segudang khazanah bagi para pencari ilmu, Mesir adalah negeri yang mengajarkan makna kehidupan. Walau demikian, Mesir hanyalah persinggahan bagi kita.

Pesan bagi mahasiswa lain:
Kesungguhan dan kerja keras adalah modal dasar bagi seorang pembelajar sejati, yang lain insya Allah akan terbuka jalan dan pintu-pintunya.

About admin

Check Also

Dr. Mohammad Yunus Masrukhin, MA.

Wakil Katib Syuriah Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir ini berhasil mempertahankan disertasinya dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *