Home / Info Pendidikan / Aktual Al-Azhar / Dalam Lawatan ke Mesir, Puan Maharani Ajak Mahasiswa Indonesia di Al-Azhar Berdialog

Dalam Lawatan ke Mesir, Puan Maharani Ajak Mahasiswa Indonesia di Al-Azhar Berdialog

Kairo – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Puan Maharani melakukan kunjungan ke Asrama Indonesia guna menampung aspirasi para mahasiswa yang tinggal di Asrama Indonesia pada Kamis (26/4). Aspirasi yang diajukan oleh para mahasiswa nantinya akan disampaikan kepada Presiden RI.

Helmy Fauzi, Duta Besar RI untuk Mesir dalam sambutannya mengatakan, “Pemerintah Indonesia agar lebih memperhatikan mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir.”

Di antara aspirasi yang diajukan para mahasiswa adalah kurangnya bimbingan dan pengarahan; karena jumlah mahasiswa tidak sebanding dengan jumlah pembimbing di Asrama. Maka diperlukan adanya pembimbing dari senior yang masih kuliah S1 dan sudah S2 di setiap kamarnya. Dan kegiatan di awal yang terarah agar mahasiswa tidak mengalami pengangguran saat menunggu waktu masuk Daurul Lughoh. Juga masalah visa mahasiswa baru yang hanya mendapatkan izin tinggal tiga bulan, hingga harus terus memperpanjang visanya dalam waktu yang singkat. Namun yang diinginkan adalah visa satu tahun. Aspirasi juga datang dari para mahasiswi yang menginginkan adanya asrama putri bagi mahasiswa baru dan penyuluhan pelecehan seksual terhadap mahasiswi Indonesia yang ada di Mesir.

Pangeran Arsyad Ihsanul Haq, Presiden PPMI Mesir mengatakan bahwa mahasiswa Indonesia di Mesir cenderung bisa berbuat mandiri andaikata biaya hidup mereka kurang, mereka bisa mencari celah untuk bisa bekerja baik dengan orang Mesir maupun dengan orang Indonesia. Dan lebih baik lagi jika pemerintah Indonesia memberikan bantuan dalam dunia Intelektual terutama untuk kawan S2. Presiden PPMI ini juga menyampaikan bahwa PPMI akan mengirim mahasiswa S2 dan S3 untuk berdakwah di negara-negara Eropa di bulan Ramadhan. Di lain sisi, jumlah kuota haji musiman yang semakin menurun untuk mahasiswa Indonesia yang berada di Mesir menjadi masalah. Pangeran berharap agar tenaga musiman haji mahasiswa Indonesia di Mesir bisa ditambah.

“Pada 2012 ada sekitar 100 orang mahasiswa Mesir yang berangkat ke tanah suci untuk melakukan ibadah haji, namun sekarang hanya 45 orang,” ungkap Pangeran.

Ibu Puan Maharani menjawab aspirasi mahasiswa bahwa pemerintah akan memberikan beasiswa bagi anak-anak yang ingin belajar di Al-Azhar bukan hanya untuk S2 dan S3 tapi juga bagi S1 yang akan ditampung oleh Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) dan untuk tenaga musiman haji diperuntukkan bagi yang sudah berhaji agar tidak timbul masalah baru seperti hilangnya jama’ah haji ketika melaksanakan ibadah haji. Namun, ketika mendaftar harus mendaftar di tempat yang benar bukan di agen yang tidak diakui. Karena jika terkena masalah di negara Arab, hukum berbeda dan sulit mengeluarkannya. Serta masalah visa tiga bulan untuk mahasiswa baru sudah menjadi regulasi dari Mesir sendiri.

Ibu Puan juga menyampaikan, “Grand Syekh Al-Azhar akan mengunjungi Indonesia pada 30 April sampai 3 Mei 2018 untuk hadir dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ulama dan cendikiawan dunia.” Serta perihal Indonesia yang akan menjadi tuan rumah ke-18 di ASEAN Games setelah 57 tahun. Pertama kali Indonesia menjadi tuan rumah tahun 1962 di Gelora Bung Karno. 85 ribu orang dari 45 negara akan hadir di 18 Agustus. Acara ini merupakan acara terbesar setelah Olimpiade.

Puan juga memberikan pesan kepada mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir agar menggunakan hak PEMILU dengan baik untuk membawa masa depan yang lebih baik. Jangan sampai masalah politik menjadi pemecah bangsa Indonesia.

“Kita itu satu bangsa, bangsa Indonesia, satu tanah air, tanah air Indonesia. Jangan sampai hal-hal hoax memecah belah Indonesia. Walaupun kalian ada di Mesir, tapi akar kalian ada di Indonesia. Kalian nanti akan kembali ke Indonesia,” tutur Puan.

 

*Sumber: Suara PPMI

About admin

Check Also

Grand Imam Al-Azhar Berkunjung ke Pondok Modern Gontor Putri

Berikut beberapa poin penting pidato Grand Syeikh di Pondok Modern Gontor Putri: Beliau betul-betul merasa ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *