Home / Atdikbud / KOTA UMMU KULTSUM MENYAMBUT PENTAS BUDAYA INDONESIA

KOTA UMMU KULTSUM MENYAMBUT PENTAS BUDAYA INDONESIA

Pada hari Kamis (20/2), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Cairo bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Dakahlia dan Kantor Pusat Perpustakaan Umum Mesir menyelenggarakan acara “Hari Kebudayaan Indonesia-Mesir” di Perpustakaan Umum Mesir Kota Mansoura, Provinsi Dakahlia, kota kelahiran maestro seni dan penyanyi legendaris Ummu Kultsum juga kota yang menyaksikan kemenangan dari tentantara Salib yang dipimpin oleh Louis IX, tujuh ratus tujuh puluh tahun lalu.

Acara Hari Kebudayaan Indonesia-Mesir dirangkai dalam bentuk pameran produk dan kerajinan tangan Indonesia dan Mesir, pameran wisata Indonesia, penampilan seni budaya Indonesia dan Mesir, juga pertemuan bilateral antara pejabat provinsi dan tim dari KBRI.

Dalam pertemuan bilateral di kantor Gubernur, Gubernur Dr. Aiman Mukhtar, menyambut baik acara Hari Kebudayaan Indonesia-Mesir, dan mengarap dapat dilakukan tindak lanjut dalam kerjasama riil antara Indonesia dan Mesir terutama dengan provinsi Dakahlia dalam berbagai bidang. Beliau juga mengharap adanya kerjasama antara kota Mansoura dangan kota yang sepadan di Indonesia. Dr. Usman Syihab, Atase Pendidikan dan Kebudayaan yang mewakili Duta Besar, mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik dari Gubernur sehingga terselenggara acara Hari Kebudayaan Indonesia-Mesir hari ini, dan juga berharap dapat dilanjutkan dengan berbagai kerjasama pada masa yang akan datang. Atase Perdagangan, Irman Adi Purwanto Moefthi dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan kesiapannya untuk bekerjasama dengan para pengusaha dari provinsi Dakahlia.

Dari pertemuan di kontor gubernur acara dilanjutkan di Perpustakaan Umum Mesir kota Mansoura, yang terletak di seberang gedung kantor gubernur. Perpustakaan dipinggiran sungai Nile, dilengkapdi dengan ruang pertemuan, halaman pameran dan pelataran pentas yang berbentuk Teater Roman. Mesir sangat memperhatikan pembangunan perpustakaan, dengan kelengkapan kegiatan kebudayaan dan pendidikan, selain sebagai sumber ilmu dan belajar. Perpustakaan dengan desain seperti itu dibangun di hampir semua kota provinsi dan di beberapa kabupaten.

Mewakili gubernur, Haitham Bik El-Sheikh (Wakil Gubernur Dakahlia), didampingi oleh Reda Thaifi Kepala Kantor Pusat Perpustakaan Umum Mesir, Kolonel Tamer El-Oudi Penasehat Militer Provinsi Dakahlia, bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan mewakili Duta Besar RI, Pejabat Fungsi Pensosbud dan Atase Perdagangan, meninjau stand pameran produk kerajinan dan wisata Indonesia dan Mesir, dilanjutkan dengan acara pembukaan Hari Kebudayaan Indonesia-Mesir, yang dihadiri oleh para tokoh agama dan tokoh masyarakat kota Mansoura, dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, mewakili Duta Besar, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo, Dr. Usman Syihab mengatakan bahwa Indonesia dan Mesir memiliki hubungan yang sangat erat jauh sebelum Indonesia Merdeka. Pelaksanaan Hari Kebudayaan Indonesia-Mesir di kota ini, merupakan langkah untuk mempererat hubungan dan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Mesir, terutama di bidang kebudayaan, wisata dan perdagangan. “Saya berharap semoga kegiatan hari ini bisa membuahkan hasil konkret dalam menguatkan hubungan kedua negara di masa sekarang dan yang akan datang, dan dalam mengenalkan khususnya kepada pemuda-pemudi Mesir tentang kebudayaan Indonesia yang terkenal sangat kaya dan beragam,” ujar Usman.

Wakil Gubernur Dakahlia, Haitham Bik El-Sheikh, mewakili gubernur mengungkapkan kebanggannya untuk Kota Mansoura yang terkenal sebagai kota ilmu dan budaya di Mesir. Menurutnya banyak seniman dan ilmuan Mesir yang mendunia, berasal dari Mansoura, termasuk Ummu Kultsum sang penyanyi legendaris. Sehingga, lanjut Haitham, tidak heran jika Kota Mansoura sering melaksanakan kegiatan kebudayaan.

Haitham mengungkapkan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Mesir saat ini terjalin sanga baik. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan Presiden Abdelfattah El-Sisi ke Jakarta tiga tahun lalu. “Saya, mewakili Gubernur Aiman Mukhtar, menyampaikan kebahagiaan dan kebanggaan saya atas terselenggaranya acara yang sangat berharga ini, yang tidak lain merupakan bukti kuatnya hubungan Mesir dengan Indonesia,” tambah Haitham. Acara ini menjadi bukti mengrnai kuatnya hubungan Mesir dengan Indonesia,” tambah Haitham.

Acara dilanjutkan dengan pentas kebudayaan Indoneaia Mesir. Dalam kesempatan tersebut, Indonesia menampilan bebagai tarian tradisional yaitu tari Indang, tari Bali, tari Lenggang Nyai dan tari Piring. Selain itu juga menampilkan seni bela diri Pencak Silat. Sementara dari Mesir menampilkan berbagai tarian tradisional khas Provinsi Daqahliyah. Acara sangat meriah dan dihadiri lebih dari 300 penonton.

About admin

Check Also

Gubernur Provinsi Gharbia Meresmikan Lima Sekolah Baru yang Menelan Biaya EGP 46.5 Juta

Gubernur Provinsi Ghabia Mayjen Hisham El-Saied meresmikan lima sekolah baru yang menelan biaya sebesar EGP ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *