Home / Atdikbud / KBRI CAIRO LAKUKAN DIALOG TENTANG PENDIDIKAN DENGAN DOSEN UNIVERSITAS AMERIKA CAIRO

KBRI CAIRO LAKUKAN DIALOG TENTANG PENDIDIKAN DENGAN DOSEN UNIVERSITAS AMERIKA CAIRO

KBRI Cairo menggelar dialog dengan Prof. Dr. Zeinab Amin Guru Besar di Departemen Matematika dan Ilmu Aktuaria dan Associate Provost untuk Penilaian dan Akreditasi Universitas Amerika di Cairo pada hari Selasa, 22 Oktober 2020 di New Cairo. Turut hadir dalam acara ini adalah M. Aji Surya KUAI KBRI Cairo dan Prof. Bambang Suryadi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan.

Pertemuan rutin bulanan yang difasilitasi oleh KBRI ini bertujuan untuk menggali informasi dan perkembangan terkini dari para pakar di Mesir dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Selama dua jam berlangsung, banyak isu strategis yang dibahas khususnya yang terkait dengan reformasi pendidikan di Mesir. Diantaranya adalah kebijakan pembelajaran di era new normal Covid-19, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran, serta peluang untuk membangun hubungan bilateral bidang pendidikan antara Indonesia dan Mesir.

Menurut Zeinab Amin, Mesir telah melakukan perombakan besar-besaran di bidang pendidikan dengan meningkatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di lembaga pendidikan yang pada akhirnya menciptakan perubahan budaya yang mendasar dalam cara pandang masyarakat terhadap pendidikan. Meskipun pandemi Covid-19 global telah membawa efek ekonomi yang negatif, hal itu memungkinkan sistem pendidikan Mesir untuk mempercepat penggunaan TIK dalam proses pembelajaran.

Kegiatan belajar mengajar di Mesir dimulai pada tanggal 17 Oktober dengan sistem blended learning. Untuk  jurusan eksakta, perkuliahan dilakukan dengan cara 3 hari bertatap muka dan sisanya daring, sedangkan untuk jurusan sosial dan humaniora dengan cara 2 hari bertatap muka dan sisanya daring.

Namun, tambah Doktor lulusan University of Sheffield UK tersebut, masalah  terus berlanjut dan perlu dicari sousinya, seperti literasi penggunaan TIK, rasio siswa-guru  dan infrastruktur di bidang pendidikan. Selain itu, kendala anggaran yang disebabkan defisit karena Covid-19.

“Peran perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, sangat penting untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satunya menjalin kerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Perwakilan RI di Cairo dalam hal pertukaran mahasiswa, penelitian dan publikasi bersama,” ucap lulusan Departemen Statistika, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Politik Universitas Cairo tersebut.

Lebih lanjut, Zeinab Amin mengatakan terkait dengan anggaran pendidikan nasional, Pemerintah Mesir masih sangat sedikit mengalokasikan anggaran untuk bidang pendidikan, yaitu sekitartiga persen dari total anggaran nasional. Kecilnya anggaran ini karena Pemerintah Mesir memberikan banyak subsidi kepada rakyat, seperti subsisi listrik dan air. Anggaran ini masih lebih sedikit dibandingkan dengan anggaran pendidikan nasional di Indonesia sebesar 20%. Sebab jumlah penduduk di Mesir juga lebih sedikit, sekitara 100 juta orang dengan jumlah perguruan tinggi sekitar 28 negeri dan 25 swasta.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Zeinab Amin juga menanyakan mengapa mayoritas mahasiswa Indonesia yang datang ke Mesir belajar  di Univesitas Al-Azhar? Mengapa mereka tidak memiliki belajar di di universitas lainnya seperti Unversitas Amerika Cairo.

Menjawab pertanyaan tersebut M. AJi Surya KUAI KBRI Cairo mengatakan bahwa mayoritas mahasiswa Indonesia yang datang ke Mesir karena ingin belajar ilmu agama. Maka Universitas Al-Azhar menjadi tujuan utama mereka. Selain itu juga karena faktor biaya pendidikan di Universitas Amerika Cairo yang sangat mahal untuk ukuran mahasiswa Indonesia.

“Untuk belajar ilmu umum, seperti Fisika, Kimia, Matematiks atau Ilmu Humaniora, mahsiswa Indonesia lebih cenderung memilih ke Australia, Eropa, atau Amerika,” ucap M. Aji Surya seraya menegaskan pentingnya membangun hubungan bilateral dalam penguatan dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada kualitas daripada kuantitas.

Sementara itu, Bambang Suryadi Atdikbud KBRI Cairo pada tahun 2020 ini akan datang 174 mahasiswa baru penerima beasiswa dari Universitas Al-Azhar dan 1.586 mahasiswa baru non-beasiswa (mandiri). Jumlah ini akan terus bertambah setiap tahun seiring dengan meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk belajar di Al-Azhar. []

About admin

Check Also

PUSKIN KBRI CAIRO: 14 WARGA MESIR TERIMA SERTIFIKAT WASIT-JURI PENCAK SILAT

Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Pembangunan Mesir ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *