Home / Info Pendidikan / Aktual Al-Azhar / TELAAH MANUSKRIP ULAMA ABAD 10 H, M. NIZANUL FALIH RAIH MASTER DENGAN PREDIKAT MUMTAZ BIDANG TAFSIR DAN ILMU ALQURAN DARI UNIVERSITAS AL-AZHAR

TELAAH MANUSKRIP ULAMA ABAD 10 H, M. NIZANUL FALIH RAIH MASTER DENGAN PREDIKAT MUMTAZ BIDANG TAFSIR DAN ILMU ALQURAN DARI UNIVERSITAS AL-AZHAR

Di penghujung tahun 2020, mahasiswa Indonesia di Mesir kembali mengukir prestasi. Muhammad Nizanul Falih mahasiswa Indonesia sukses meraih predikat Mumtaz (Cum Laude) di bidang Tafsir dan Ilmu Alquran dari Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Mesir. Pria asal Kudus Jawa Tengah itu berhasil mempertahankan tesis  di hadapan dewan penguji pada hari Rabu, 30 Desember 2020. Munaqasah tesis yang berlangsung dua jam itu dilaksanakan di Auditorium Imam Dzahaby Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Mesir, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Tepat pukul 13.00, majelis sidang yang terdiri dari tiga orang, yaitu Prof. Dr. Khalid Said Ahmad Basyouni, Assoc. Profesor Tafsir dan Ilmu Alquran Fakultas Ushuluddin Cairo sekaligus sebagai pembimbing, Prof. Dr. Syaban Muhammad Athiyya, Assoc. Profesor Tafsir dan Ilmu Alquran Fakultas Ushuluddin Cairo (penguji internal) dan Prof. Dr. Abdul Hamid Muhammad Ahmad Al-Bathowy, Guru Besar Tafsir dan Ilmu Alquran Fakultas Ushuluddin di Manufiah (penguji eksternal) memberikan predikat mumtaz (cum laude) atas tesis yang dipaparkan Falih dalam munaqasyah tersebut.

Muhammad Nizanul Falih menulis tesis dengan judul “Tahkik dan Studi Analisis Kitab Qabas An-Nayyirain Syarah Tafsir Al-Jalalain karya Imam Syamsuddin Muhammad bin Abdurrahman bin Ali Al-‘Alqamy Wafat Tahun 969 Hijriyah dari Awal Surat Al-Anbiya sampai Akhir Surat Az-Zumar”.

Dalam tesis setebal 722 halaman tersebut hasil studi dan analisis filologi atas 88 lembaran manuskrip ini, Falih menelaah aspek yang layak untuk diterbitkan dan aspek yang perlu mendapat penjelasan dari  pemikiran dan syarah ulama Cairo yang wafat tahun 969 H atas Tafsir Al-Jalalain. Hasil kajian atas manuskrip ini sangat bermanfaat bagi umat Islam untuk memperoleh pemahaman yang utuh terhadap manuskrip tersebut dan pengayaan maklumat baru atas Tafsir Al-Jalalain yang sudah sangat masyhur di Indonesia ini.

Sebelum kuliah di Al-Azhar, Falih  menyelesaikan studi jenjang menengah di Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus. Selain kuliah di Al-Azhar, pria pendiam tersebut juga mengabdikan diri membantu pengajaran tahfiz Alquran bagi orang asing yang diampu para masyayikh di Masjid Al-Azhar dan Masjid Husein Cairo. Di sela-sela kuliahnya, Falih juga aktif membantu menjadi Imam di Masjid Al-Asyraf Mukattam tempat Syekh Yusri Gabr menggelar kajian hadis Kutubus As-sittah. Dengan begitu, kompetensi Falih dalam bidang ilmu Alquran dan Hadis sudah tidak diragukan lagi.

Ketika ditanya apa rencananya setelah merampungkan studi master ini, Falih berazam ingin melanjutkan program doktoral di bidang yang sama di Al-Azhar. “Doakan semua lancar sesuai yang direncanakan,” pintanya seraya diamini kawan-kawannya pada sela-sela istirahat menunggu hasil sidang. Semoga sukses, Gus Falih. []

About admin

Check Also

BIPA PUSKIN KBRI CAIRO TERIMA 240 SISWA BARU

Pusat Kebudayaan Indonesia (PUSKIN) KBRI Cairo kembali membuka kelas baru program Bahasa Indonesia bagi Penutur ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *