Home / Atdikbud / DALAM RANGKA HUT RI, ATDIKBUD KBRI CAIRO MEMBERIKAN APRESIASI KEPADA PEGIAT SASTRA DAN SENI INDONESIA DI MESIR

DALAM RANGKA HUT RI, ATDIKBUD KBRI CAIRO MEMBERIKAN APRESIASI KEPADA PEGIAT SASTRA DAN SENI INDONESIA DI MESIR

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI yang ke-76, Atdikbud KBRI Cairo Bambang Suryadi mengadakan acara “Apresiasi Pegiat Sastra dan Seni Indonesia di Mesir”, bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Mesir (KNPM) yang bertempat di aula Kantor KNPM Cairo.

Pada acara tersebut, Atdikbud KBRI Cairo memberikan apresiasi kepada Maryam Ashraf, salah seorang siswa BIPA di Pusat Kebudayaan Indonesia (PUSKIN) KBRI Cairo atas dedikasinya selama ini dalam mengembangkan sastra Indonesia. Menurutnya, Maryam Ashraf merupakan siswa teladan pencinta Indonesia yang turut andil dalam menyebarkan sastra Indonesia baik melalui puisi atau cerita rakyat Indonesia.

Maryam Ashraf pernah juara satu lomba bercerita yang diselenggarakan oleh KBRI Cairo bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) tahun 2018, juara satu Festival Handai Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020 dan juara satu lomba puisi dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI yang ke-75 tahun 2020.

Selain itu, Atdikbud KBRI Cairo juga memberikan apresiasi kepada Karim Mohamed Mahdi, salah satu siswa BIPA PUSKIN atas upayanya dalam menyebarkan budaya Indonesia kepada masyarakat Mesir. Karim pernah juara satu siswa BIPA Mesir dalam lomba bercerita tahun 2016 dan juara satu Festival Handai Indonesia tahun 2020. Ia juga telah merilis beberapa video lagu Indonesia baik lagi daerah atau lagu karya musisi Indonesia dengan menggunakan bahasa Indonesia dan Arab untuk dipromosikan kepada masyarakat Mesir.

Dalam sambutannya, Atdikbud menyampaikan bahwa KBRI mempunyai Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) KBRI Cairo yang bertempat di Dokki. “Puskin mempunyai misi untuk menyebarkan budaya Indonesia kepada masyarakat Mesir. Puskin bukan hanya untuk belajar bahasa Indonesia, namun juga pelatihan seni bela diri pencak silat, tari, musik tradisional Indonesia, dan lain sebagainya,” ujarnya. “Bahasa Indonesia bukan hanya ada Puskin, namun juga ada di Pusat Studi Indonesia (PSI) Universitas Canal Suez Provinsi Ismailiyah dan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Universitas Al-Azhar.”

Atdikbud menyampaikan terima kasih kepada KNPM atas kerja sama yang telah terbangun selama ini. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada KNPM atas kerja sama selama ini. Semoga ke depan akan terjalin kerja sama lain yang akan semakin meningkatkan hubungan bilateral kedua negara,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua KNPM Mohamed Mamdouh menyambut baik kerja sama dengan KBRI Cairo. “Kita sudah lama menjalin kerja sama dengan KBRI Cairo. Terakhir kami telah melaksanakan pentas budaya Hari Indonesia Mesir di Tanta yang diliput lebih dari 70 media Mesir,” ujarnya. “Ke depan, kita akan melaksanakan berbagai program yang memberikan keuntungan kepada dua negara Indonesia dan Mesir.”

Maryam Ashraf, menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan KBRI Cairo. “Saya sangat berterima kepada KBRI Cairo dan juga para guru BIPA di Puskin. Karena mereka, saya jadi mengenal Indonesia dari dekat dan saya sangat mencintai Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Karim Mahdy mengatakan bahwa ia mengenal musik tradisional Indonesia dari Puskin. “Saya bisa main Angklung, saya bisa main musik tradisional Indonesia dari Puskin. Sekarang saya mengajar musik tradisional Indonesia untuk siswa Sekolah Indonesia Cairo,” katanya.

Acara dilanjutkan dengan sesi dialog antara para aktivis KNPM dengan para siswa Puskin. Dengan penuh semangat, para siswa Puskin menceritakan pengalamannya selama di Indonesia. Isra, salah satu siswa BIPA Pusmin yang pernah mendapatkan beasiswa di Indonesia menceritakan tentang peluang beasiswa di Indonesia. “Ada dua macam beasiswa, pertama Program Beasiswa Darmasiswa selama satu tahun. Progam ini untuk belajar bahasa Indonesia dan budaya Indonesia selama satu tahun di Indonesia. Pada tahun 2017-2018, saya memperoleh beasiswa ini,” ujarnya. “Ada juga Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) untuk program S1, S2, dan S3 untuk semua jurusan.”

Sementara itu, Ali Osama, Ketua Komunitas Pencinta Indonesia (KOPI) menceritakan tentang keanekaragaman budaya Indonesia. “Indonesia terdiri dari lebih 17 ribu pulau dan 700 bahasa lokal. Setiap daerah punya budaya yang berbeda-beda, namun mereka tetap satu,” ucapnya.

Mendengar penuturan dari para siswa BIPA Mesir yang tergabung dalam Komunitas Pencinta Indonesia (KOPI), para peserta dari KNPM merasa takjub dan serasa berada di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Penuturan mereka yang memukau, menjadi daya pikat bagi pemuda Mesir untuk mengetahui Indonesia secara lebih dalam. []

 

Tautan video Maryam:

https://www.instagram.com/tv/CD9p2YolDrB/…

Tautan video Karim:

About admin

Check Also

PELUNCURAN RIBAT SYEKH NAWAWI AL-JAWI DISAMBUT BAIK OLEH MAHASISWA INDONESIA DI MESIR

Kehadiran kelompok kajian “Ribat Syekh Nawawi Al-Jawi” mendapat sambutan hangat  dari Mahasiswa Indonesia di Mesir ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *